Sabtu, 28 Desember 2013

Love Story



Namanya Ryan. Aku bertemu dengannya setahun yang lalu. Pria tampan dengan senyum yang membutakan mataku. Pria yang mampu membuat ku kembali memikirkan tentang dunia. Mengembalikan semua mimpi dan obsesi yang pernah kumiliki. Dan saat dia meraih tanganku, kurasakan duniaku sempurna sudah. Aku bahagia, hanya itu yang kusadari.
Aku tak perduli orang-orang di sekitarku berbicara apa tentangnya. Ryan adalah impianku. Kehidupanku. Pusat duniaku. Aku mencari pembenaran atas tindakanku dengan nama cinta. Satu hal yang tak pernah kumiliki di dunia yang sekarang ini ku tinggali, tapi satu-satu nya yang Ryan persembahkan padaku dengan penuh ketulusan.
Dan hari ini, setelah sekian lama aku meminta, Ryan menganggukkan kepalanya. Bersedia membawaku pergi dalam dunianya. Keinginan terbesar yang tak akan pernah ingin Ryan wujudkan untukku. Aku masih bisa mengingatnya, saat Ryan menangis di pangkuanku..

“ Bagaimana aku bisa membawamu sebagai pengantinku “
 “ Kau adalah pemilik hidupku”

Aku menyadari itu bukan keputusan yang mudah. Menjadi pengantinnya adalah hal terlarang yang bisa kulakukan sebagai manusia. Aku hanya akan berada dalam dunia tanpa kepastian, bukan kehidupan tapi juga bukan kematian. Tapi entah kenapa aku percaya hanya bersamanya aku bisa bertahan.
Malam ini adalah purnama keseratusku bersama Ryan. Banyak rumor yang beredar mengenai hubungan kami. Meskipun menyakitkan, tapi ini adalah hidupku. kehidupan yang ku pilih untuk ku jalani. Dan aku merasa sudah cukup puas bisa melewatinya karena ada Ryan yang selalu mendampingiku. Menggenggam tanganku. Membisikkan cerita cinta di telingaku. Dan demi malam-malam yang kami lalui, aku bersumpah tidak akan membiarkan siapapun mengusik kebersamaan kami...

 ===========================================================
“ Rumah ini nggak laku2 juga ya “
 “ Gimana mau laku, rumahnya angker gitu “
 “ Angker gimana “
 “ 8 tahun lalu putri yang punya rumah mati di temukan meninggal di kamarnya. Pakai baju pengantin berlumuran darah. Ada yang bilang di bunuh perampok trus di perkosa. Ada yang bilang bunuh diri. Ada juga yang bilang mati gara2 sering di siksa sama ibu tirinya. Sampai sekarang tiap malam arwahnya gentayangan mau balas dendam “
===========================================================

Pada kenyataannya, kematian Raysa, putri sang pemilik rumah memang masih menjadi misteri sampai sekarang. Apakah dia di bunuh atau membunuh dirinya sendiri. Pihak kepolisian yang menangani kasus ini, seolah angkat tangan karena kurangnya bukti di tempat kejadian perkara. Sementara pihak keluarga juga terkesan menutupi. Setelah kematian Raysa, mereka memilih untuk meninggalkan rumah itu tanpa sepengetahuan masyarakat sekitar. 8 tahun lebih rumah itu di biarkan kosong tanpa penghuni.
Seiring berjalannya waktu peristiwa tragis itu memang terlupakan. Tetapi rumor tentang arwah Raysa yang gentayangan masih saja terdengar. Banyak yang mengaku melihat atau mendengar tawa Raysa dari rumah itu. Bahkan terkadang saat malam purnama, arwah Raysa akan terlihat bermain ayunan di halaman rumah, seperti kebiasaannya saat masih hidup dulu. Seandainya saja ada yang benar-benar memperhatikan penampakan Raysa, mungkin orang akan bisa bercerita bahwa Raysa terlihat cantik dan tersenyum bahagia. Tapi kira-kira siapa yang memiliki keberanian itu. Melihat gaun pengantin berdarah yang di pakainya saja, nyali sudah ciut. Apalagi kalau harus mendekati dan berbicara padanya..bahkan saya pun tidak ingin melakukannya. Tidak dalam bayangan terliar saya sekalipun..


Selasa, 05 Maret 2013

kahlil gibran "sayap sayap patah"

Wahai langit
Tanyakan pada-Nya Mengapa Dia menciptakan sekeping hati ini
Begitu rapuh dan mudah terluka
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan asa
Mengapa Dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira
Mengapa Dia menciptakan kegelisahan dalam jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa
Wahai ilalang
Pernahkan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini ?
Mengapa kau hanya diam
Katakan padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak jiwa ini
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini
Sebagai pengobat rasa sakit yang tak terkendali
Desiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga
Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia
Menghargai apa arti cinta
Hati terjatuh dan terluka
Merobek malam menoreh seribu duka
Kukepakkan sayap - sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu
Di sudut hati yang beku
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan
Sebelum hilang diterpa angin
Sambil terduduk lemah Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingin ku rengkuh
Ku gapai kepingan di sudut hati
Hanya bayangan yang ku dapat
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah
Tertusuk duri yang tajam
Hanya bisa meratap
Mencoba menggapai sebuah pegangan
Meringis
Mencoba menggapai sebuah pegangan

ray lg galau nech..

jauh di bawah alam sadarku..
aku menunggu..
satu hari dimana kita akan saling menatap dan bicara..

kau..
dermaga tempatku berlabuh..
sosok sempurna yg selamanya ku inginkan..
sosok tempatku ingin bersandar..
hingga saat dimana waktu berhenti berputar..

ahhh..
sesak ini membuatku tersadar..
kau hanyalah bagian mimpi indahku..
kepingan harapan yang semakin menghilang..

aku hanya mampu memandangmu dalam diam..
berlari menggapaimu yang terus menjauh..
akankah kau berbalik memelukku..
menggapai ragaku yang mulai lelah mengejarmu..
menepis kegalauan dalam jiwaku..

rinduku tak tertahan..
menembus jauh dalam relung hati..
menggoreskan luka yang semakin dalam..
dalam tangisku, aku hanya mampu berbisik..
"aku mencintaimu"..
"aku mencintaimu"..